Naik...Naik ke Puncak Gunung

Naik.. Naik ke Puncak Gunung

 

Assalamu'alaikum.

Rasanya koq deg-deg ser begini ya.. seperti dulu saat mau dilamar Ayahnya Fatih (apa sich.. :p ).
Maklum dech.. pertama kali nich coret coret disini, so.. ini artikel perdana gitu dech :).

Back to laptop ya.. :) Kemping merupakan salah satu program yang diusung oleh sekolah Fatih, dimana sekolah yang lebih berbasis kepada sekolah alam. Nah... loh koq anak TK dah ikutan kemping sich? khan masih kecil? memang bisa? ga repot?. Nah.. klo pertanyaan terakhir sepertinya yang lebih tau gurunya ya (pasti repot tentunya :) )
Memasukkan kegiatan kemping sebagai salah satu program sekolah tentu bukan tanpa alasan. Ternyata banyak manfaat dari kemping itu sendiri. Beberapa diantaranya adalah:
  1. Untuk menumbuhkan sikap mandiri pada anak sejak dini, yaitu melalui kegiatan sehari-hari seperti sikat gigi sendiri, pakai baju sendiri.
  2. Belajar bertanggung jawab terhadap barang-barangnya sejak dini
  3. Memperlihatkan kebesaran Allah SWT, melalui lingkungan sekitar
  4. Belajar lebih berinteraksi dengan kawan dan guru
Karna masih termasuk usia balita, tentu mereka tidak langsung kemping ke gunung atau yang lokasinya jauh dari rumah. Sebagai permulaan anak-anak akan kemping atau berkegiatan di sekitar sekolah. Lokasi diamana anak sudah familiar dengan lingkungannya, dan tentunya anak tidak perlu penyesuaian yang banyak. Anak akan diberikan sensasi tidur di tenda saat malam hari. Jadi benar-benar serasa kempinglah pokoknya.

Nah... karna yang mau kemping adalah balita tentunya perbekalannya agak rempong ya. Kalo soal ini, sepertinya guru-guru disekolah Fatih sudah paham bahwa saat kemping si Emak yang akan lebih rempong, bisa-bisa selemari dimasukkan kedalam tas. Makanya sekolah biasanya akan menerapkan beberapa aturan perbekalan ntuk si anak. dari mulai makannan atau cemilan yang akan dibawa tidak boleh berlebihan, karna di sekolah juga sudah menyediakan makanan ntuk anak. Pakaian ganti yang juga ditentukan hanya membawa 2 stel pakaian (untuk menginap semalam). Dan yang penting adalah obat-obatan yg biasa dikonsumsi oleh anak, berikut juga aturan minum dan saat kapan anak harus minum obat tersebut. Pokoknya tas akan diperiksa oleh guru, makanya tas mendarat disekolah terlebih dahulu kira-kira 2 hari sebelum hari H kemping. Maksudnya sich supaya si Emak juga belajar ntuk tidak terlalu khawatir atau berlebihan dalam menyiapkan perbekalan (khan.. segala sesuatu yang berlebihan ga bagus :) )

Ga hanya anak nya yang semangat, saya pun dan ga sabar menanti hari H. Ngebayangin anak usia 5 tahun yang belum pernah sama sekali menginap di tempat lain bahkan di rumah saudara tanpa bundanya, seperti apa ya? Apalagi Fatih termasuk anak yang nempel banget sama bundanya, kemana-mana bunda, yang dicari bunda.

Tapi.. ternyata, begitu hari H. Tiba-tiba, Fatih kurang sehat, padahal dari jauh-jauh hari dia sudah semangat sekali mau ikutan kemping katanya "Aq mau tidur di tenda" dengan wajah gembira. Dan.. bayangan Fatih tidur pisah dengan saya pun akhirnya sirnah karna terusterang moment tersebut saya pakai ntuk pembelajaran buat Fatih ntuk tidak terlalu menempel dengan saya. Supaya bisa lebih mandiri tentunya.
Yang sedikit sedih bukan hanya saya, Fatih lebih sedih lagi ternyata. terus menanyakan "Kapan kita kemping Bunda?"

Ntuk memenuhi rasa penasaran Fatih, dan ntuk bisa lebih mengenalkan alam serta mengagumi ciptaan Allah SWT. Ayah.. ternyata diam-diam sudah browsing tempat yang bisa kami datangi yang tidak jauh dari tempat tinggal kami di Bogor. Dan dipilihlah "Perkemahan Sukamantri". Berlokasi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Sayangnya, saat itu benar-benar kami tidak ada persiapan yang banyak. Karna disana kami tidak benar-benar kemping menginap, kami niat hanya mendirikan tenda (kebetulan tendanya, hanyalah tenda untuk anak-anak bermain). Kami bawa tenda, minum dan beberapa snack untuk anak-anak dan sedikit nasi hanya ntuk anak-anak (klo yang tuanya mah gampanglah :) ). Selain itu info lebih detail tentang tempat itu tidak banyak (atau.. saya yang kurang gaul ya :) ).
Ada catatan yang kami ingat ketika browsing  bahwa menuju tempat tersebut harus melewati jalan menanjak dan berbatuan dari bawah hingga puncak gunungnya. dan hanya dapat dilewati 1 mobil, oleh sebab itu banyak orang-orang yang datang menggunakan motor. Kawasan tersebut berlokasi ke arah Ciapus, dekat dengan Curug Nangka. Dan sudah bisa dijangkau melalui google map, ketiik Perkemahan Sukamantri langsung keluar rutenya. Tapi.. hati-hati ya.. ternyata jika kita tidak mengenal lokasinya, bisa terkecoh. Kami menyusuri sesuai panduan pada aplikasi, dan memang ada papan nama nya dipinggir jalan utama. Nah.. klo sudah ada tikungan dengan papan nama Perkemahan Sukamantri, sebaiknya memilih jalan yang lurus terus. karna ternyata jalan belok tersebut jalannya sempit dan berbatu. Jika ada mobil lewat dari arah berlawan kita bisa stuck, karena benar-benar tidak ada jalan ntuk memutar atau lahan lebih supaya salah satu mobil bisa lewat. Jalan yang lurus terus ternayata jalannya sudah di aspal dan banyak pemukiman. Tapi..Saat itu kami melewati jalan yang sempit, maklum karna benar-benar hanya mengandalkan aplikasi dan tidak tanya penduduk setempat (ini yang disebut malu bertanya, sesat dijalan :P) Alhamdulillah.. saat kami lewat sedang tidak ada mobil yang lewat dari arah berlawanan, jadi.. masih aman.

Sepanjang perjalanan dalam hati terus berdoa, karna khawatir juga. Apakah rute ini benar, karna daerah sepi tidak ada pemukiman hampir tidak ada orang yang lewat saat itu. kanan kiri semak-semak dan tentunya kami tidak bisa balik arah jika berubah pikiran, karna tidak ada lahan ntuk bisa memutar arah. Dan ternyata jalan sempit yang hanya muat 1 mobil tidak panjang sampai ke puncak, disaat itulah kami bertemu dengan mobil pribadi (Alhamdulillah... ternyata ada orang juga :) ). Ternyata mereka selesai kemping dari Sukamantri. Langsung saja kami menanyakan, "apakah tempatnya masih jauh?" (karna sudah panjang perjalanan kami belum juga menemukan ujungnya) Dan.. benarlah mereka mengatakan ini baru setengah jalan (what......???) Langsung dengan nada panik, saya meminta Ayah Fatih ntuk membatalkan perjalanan, karna mumpung sedang berada di daerah yang bisa berbalik arah. Tapi.. Ayah berusaha menenangkan, "sudah setengah jalan nich Bunda, penasaran kaya apa tempatnya"

Dengan berat hati menyetujui, dan mulut masih komat kamit (berdoa semoga aman-aman). Di tengah perjalanan ternyata tambah menyeramkan (buat saya). Jalan yang terus berbatu dan terus menanjak. Dan.. yang lebih membuat saya bertambah panik adalah ketika menemukan tulisan ini:



Rasanya makin dag dig dug, kenapa ada tulisan tersebut. Begitu melewatinya, kami seperti memasuki hutan. Jalan terus menanjak, berkelok dan berbatu, dengan kanan kiri pepohanan lebat layaknya seperti hutan, sangat sunyi dan sepi tentunya. Alhamdulillah anak-anak sedang tertidur saat itu, jadi.. ga perlu merasakan suasana panik dari Bundanya :). Kami pun merasa lega, ketika menemukan gapura sebagai pintu masuk dari 'Perkemahan Sukantri' (Alhamdulillah, rasanya lega ternyata tidak salah jalan :) ). 

Saat di pintu masuk kami disambut oleh petugas disana, menanyakan apakah akan kemping menginap disana atau hanya main saja. Karna kami hanya main, saat itu dikenakan biaya Rp 45.000 (3 orang dewasa, 2 balita dan kendaraan roda 4). Ternyata disana sudah cukup ramai dengan banyak tenda-tenda, sepertinya mereka sudah menginap dari kemarin. Dan tidak sedikit yang membawa keluarga besar bersama anak-anak mereka. memang tempatnya indah, banyak pepohonan pinus. Saat cuaca cerah akan terlihat pemandangan sebagian b kota Bogor. Karna memang tempat ntuk kemping dan di gunung, fasilitas kamar mandi dan tempat solat kurang memadai. Kalo ntuk air, karna di gunung tentu airnya mengalir banyak. 

Anak-anak sangat senang, terutama Fatih. Lumayan bisa menyalurkan rasa penasarannya kemping langsung di alam (biasanya bikin tenda di dalam rumah :) ). Berlari kesana kemari, bernyanyi menikmati segarnya udara pegunungan dan pemandangan banyak pepohonan. Saat inilah kami orangtua berusaha menyelipkan pemahaman indahnya ciptaan Allah SWT.



Semoga bermanfaat...
Selamat mencoba :)

Wassalamu'alaikum..

4 Comments:

  1. Sarimee...jauh juga yaa perkemahannya, fiuh..ikut dag dig dug bacanya tapi seru. Sayang Fatih kurang sehat untuk kemah di sekolah, aku penasaran jugaa.. Rasa emaknya gimana ya ngelepas anak kemping sama orang hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Tih.. coba klo pas ke Bogor. Udaranya sejuk 😊

      Hapus
  2. Wuah aku juga bakal dag-dig-dug ngelepasin anak-anak kemping tanpa kita temani, kalo anak-anak dibawa nginep di rumah omanya tanpa aku aja, aku langsung mellow mbak. Hihihihiiii. Tapi seru juga ya ngajak anak kemping di tenda di alam terbuka gituuu. Bakal jadi pengalaman yang nggak akan terlupakan pastinya ya mbaaak. Heheee.

    Selamat datang di dunia blog mbak Irmaaa, ditunggu ya postingan-postingan selanjutnyaaaaa :D

    BalasHapus
  3. Iya mba, ternyata anak tuch senang bgt dibawa lgsg ke alam dan lgsg belajar dri alam ��

    Salam kenal mba Dian. Masih hrs banyak belajar nich

    BalasHapus

 

STORY OF ME Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template