SERUNYA MENDAMPINGI SI KECIL BERPUASA

Makkah, 16 Ramadhan 1442H 

Assalamu'alaikum

 

 

 

 

Memasuki bulan suci Ramadhan, tentunya sangat disambut gembira oleh umat muslim. Ga kalah seru nya juga bagi ibu - ibu muda yang masih memiliki anak kecil nih. Bingung apakah, anak - anak sudah mulai dikenalkan dengan berpuasa atau santai aja ,kan... Mereka belum usia baligh.

Beberapa Ulama yang saya ketahui, mengatakan bahwa secara syariat memang tidak ada batasan usia berapa anak - anak sudah mulai dikenalkan dengan berpuasa, kecuali anak tersebut telah memasuki usia baligh. Ada yang usia 4 tahun sudah bisa berpuasa walau hanya sampai Dzuhur bahkan ada yang sudah terbiasa hingga Maghrib. Namun, lebih dini dikenalkan dengan berpuasa sama hal nya dengan ibadah solat itu lebih baik.

Untuk kami, saat itu usia si Sulung sudah mulai dikenalkan dengan berpuasa saat usianya 4 tahun, ketika ia sudah sekolah PAUD. Tentunya masih berpuasa yang dalam tahap proses belajar ya. Dan, yang pasti sebelum memasuki bulan Ramadhan biasanya ada hal - hal yang saya siapkan. Apa saja sih persiapannya:

 

1. Mengenalkan Apa Itu Puasa

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kami mencoba memberi tahukan kepada si Sulung bahwa Ramadhan akan segera datang. Memberitahukan apa spesial nya bulan Ramdhan dan apa yang kita lakukan di bulan Ramadhan.

Tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh si Sulung, seperti bahwa bulan Ramadhan adalah waktu dimana Allah memberikan hadiah (pahala) yang banyak sekali bagi orang - orang muslim yang rajin berpuasa dan solat. Hal sederhana juga mengenai, apa itu puasa? Kita tidak makan dan minum. Menggunakan bahasa yang sederhana, karna belum tentu anak bisa memehami apa yang kita sampaikan.

 

2. Mengajak Anak Ikut Berpuasa

Setelah mencoba menjelaskan, lalu kami berusaha mengajak si Sulung untuk berpuasa. Mengajak dengan antusias dan meyakinkan si Sulung bahwa ia boleh berpuasa hingga waktu yang ia mampu. Proses pengajakan ini pun, kami lakukan se-sering mungkin hingga bulan Ramadhan tiba.


3. Perjanjian

Biasanya ... kami mencoba membuat perjanjian. Seperti, "Kaka besok mulai berpuasa sampai jam 10 pagi ya". Ketika itu usia si Sulung 4 tahun, jadi saya mencoba mulai dengan waktu yang pendek dahulu. Kami mencoba mengenalkan anak - anak untuk berpuasa sejak usia 4 tahun, dengan maksud ibadah puasa ini berproses. 

Berawal dengan puasa hingga pukul 10 pagi, kemudian tahun berikutnya mengalami peningkatan hingga Dzuhur serta Ashar. Dan... Ketika usianya menginjak 7 tahun, ia mulai berpuasa hingga adzan Maghrib. Tetapi jangan kira bahwa si Sulung sudah melakukan itu full hingga 1 bulan lamanya ya. Kami ijinkan ia untuk melakukannya dengan sistem selang seling, dalam arti sekarang berpuasa besok ia boleh libur tetapi dengan catatan ia tetap bangun untuk sahur. Klo yang ini, saya memakai jurus jitu nih... Saya katakan "Klo Kaka tidak ikut sahur, siang tidak akan bisa makan, karna tidak ada makanan, kan... Bunda masaknya menjelang sore saat akan berbuka". Alhamdulillah, saat itu ia mengiyakan untuk tetap bangun sahur.


4. Rewards

Jika sebagian orangtua memberikan rewards / hadiah karna telah berpuasa pada saat Idul Fitri. Untuk kami hal yang sederhana aja, mulai dari ungkapan pujian karna telah berhasil berpuasa sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati sampai dengan menyediakan menu makanan berbuka yang ia sukai. Alhamdulillah sih... saat itu ia tidak minta aneh - aneh atau mahal - mahal ya. Klo tidak, bisa jebol deh kantong Emak, upss ... salah. Kantong Ayah maksudnya. 


Dari sekian proses itu, hal utama yang saya lakukan ketika akan mendampangi anak - anak belajar berpuasa adalah 'Kekuatan Mental'. Bagaimana tidak, ketika proses berpuasa itu anak akan sering rewel, dan saat usia nya yang masih 4 - 5 tahun ia akan mudah sekali marah. Disinilah ... kesabaran Emak diuji. 

Berbeda lagi kondisinya ketika ia sudah memasuki usia 7 tahun, yang sudah mulai berpuasa hingga Maghrib. Ia akan sering mengeluh lapar dan haus, dan yang pasti akan sering bolak balik ke dapur dan buka kulkas (Ini yang kadang buat kepala Emak pusing). Pada proses inilah saya harus siapkan waktu lebih untuk menemani. Mulai dari memberikan nya semangat dan bersabar, juga berusaha melakukan kegiatan bersama - sama demi mengalihkan rasa lapar dan haus nya itu.

Setiap anak pastinya menemukan tantangan yang berbeda - beda ya dalam proses belajar ini. Dan ... orangtua yang lebih mengetahui kemampuan anaknya. Jadi ... selamat menikmati hari - hari seru dalam membersamai anak - anak pada proses berpuasa ya Bunda -Bunda. Semoga bermanfaat :)

 

Wasalamu'alaikum


 

 

 

0 Comments:

Posting Komentar

 

STORY OF ME Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template