PELANGI DI MATA MU

 



Makkah, 25 September 2021

Bismillah...
 

Perjalanan menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang tak akan pernah habis kata untuk diungkapkan.  Perjalanannya bak seperti menaiki wahana Rollercoaster.  Menegangkan bahkan kadang menakutkan namun berujung pada senyuman, tawa riang bakan ada yang mengharapkan untuk menaikinya lagi, tidak ada kata 'kapok' karna semua penuh dengan keseruan.


Begitu pula perjalanan saya sebagai ibu yang memiliki anak sulung yang memiliki 'keunikan tersendiri.  Kisah seru selama mendampinginya seakan akan tidak ada habis kata untuk diceritakan.  Tidak akan selesai dalam sehari seamalam, mungkin bisa dijadikan buku nih...


Kisah ini dimulai ketika Si Sulung berusia 4 tahun, terasa tidak ada yang berbeda dalam perkembangannya.  Akan tetapi pendampingnya di sekolah meminta kami untuk berkonsultasi dengan dokter tumbuh kembang karna terlihat ada perkembangannya yang berbeda dengan anak-anak seusiannya.  Sedih dan merasa bersalah ketika itu, sebagai ibu yang bekerja full di rumah tetapi ada perkembangannya yang terlewat oleh saya. 

Berkali-kali konsultasi dengan berganti ganti dokter dan terapis, pada akhirnya ketika usia nya akan memasuki usai sekolah dasar diketahui bahwa Si Sulung memiliki 'tantangan' dalam konsentrasi/fokusnya.  Selalu merasa sedih jika saya berbicara untuk konsultasi mengenai Si Sulung, terutama ketika orang-orang sekitar yang terkadang melihat Si Sulung dengan pandangan yang 'aneh'.  Tak hanya itu, Si Sulung yang cenderung 'kidal' terkadang cara berfikir nya selalu out of the box.  Membuat saya harus lebih banyak lagi memahami dengan cara berfikir nya tersebut.


Kini, terapi profesional sudah tidak ia jalani.  Lebih tepat nya terpaksa kami hentikan.  Kepindahaan kami ke Kota Makkah membuat saya mengambil jalan untuk terapi secara mandiri di rumah.  Ya... jangan ditanya soal hasilnya, hasilnya mungkin tidak secepat jika ia melakn terapi profesional.  Mulai dari mewarnai dengan rapih, menyusun puzzle hingga mencoba olah raga fisik.  Semua berproses memang, dan kami mencoba menikmati proses tersebut begitu pula dengan Si Sulung.

Salah satu aktifitas Si Sulung yang dapat melatih konsentrasi


Kami banyak belajar dari Si Sulung, belajar untuk tidak fokus pada kekurangan melainkan fokus pada kelebihan.  Belajar untuk lebih sabar, belajar untuk bisa lebih mengenal karakternya.  Ya.. itu yang sedang berusaha kami lakukan.  Kemampuan konsentrasinya memang tidak seperti anak seusianya, fokus matanya memang tidak dapat bertahan lama akan tetapi Allah berikan ia kemampuan audio yang Masya Allah lebih baik.  


 Ah... Sungguh Mak, menjadi ibu itu memang tidaklah mudah.  Akan tetapi menjadi ibu bukanlah sekedar wanita berdaster seperti apa yang sebagian orang-orang katakan.  Menjadi ibu adalah menjadi seorang 'Ibu Profesional' yang selalu belajar dimana saja dan kapanpun.  Belajar untuk terus memotivasi Si Sulung bahwa ia juga bisa berhasil walau dengan cara nya sendiri.  Menjadi ibu adalah berusaha menjadi Ibu Pembaharu, berusaha memberikan perubahan, perubahan kesedihan menjadi sebuah senyuman.  Sejatinya ibu yang bahagia, ikhlas dan ridho maka pelangi itu akan terlihat dimata anak-anak. 


Wasalam  




 

0 Comments:

Posting Komentar

 

STORY OF ME Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template