6 AKTIVITAS YANG DAPAT MENINGKATKAN FOKUS PADA ANAK

 Makkah,

Bismillah...



Moms... Tahukah fokus pada anak itu berbeda-beda bergantung pada usianya? Menurut pakar parenting bahwa usia anak yang masih batita memiliki rentan fokus yang sangat rendah, akan tetapi kemampuan tersebut akan berkembang sejalan dengan bertambah usianya.  Ketika akan memasuki usia sekolah, tetapi merasa fokus anak masih mudah teralihkan, apakah Moms khawatir?  "Tentu saja iya". 


Saat usianya 4 tahun, saya belum menyadari bahwa ananda mengalami 'tantangan fokus'.  Kenapa saya menyebutkannya 'tantangan' bukan 'Gangguan', karna saya merasa kata 'Gangguan' seolah-olah bermakna negatif.  Saat itu, tanda-tanda yang ditunjukkan oleh ananda adalah ketika dipanggil namanya, ia membutuhkan 3x panggilan bahkan lebih untuk merespon.  Begitu pula ketika melakukan kegiatan, ia tidak bisa bertahan lama dalam melakukan 1 kegiatan, cepat merasa bosan.  Singkat cerita hasil dari observasi menunjukkan ananda  terdapat 'Tantangan pada fokus dan sedikit hiperaktif'.  


Berdasarkan hasil latihan terapi, ternyata terdapat banyak sekali aktivitas yang dapat kita lakukan bersama anak-anak yang dapat meningkatkan kosentrasinya.  Berikut adalah aktivitas-aktivitas yang dapat kita terapkan kepada anak-anak sejak dini:


1. Berenang

Berdasarkan pengalaman pribadi, bahwa ternyata olahraga berenang adalah olahraga yang dapat meningkatkan kosentrasi pada anak.  Anak akan berlatih untuk fokus pada koordinasi gerakan tangan dan kaki saat berenang.  Jadi.. aktivitas berenang disini yang dimaksud adalah berenang yang benar-benar menggunakan teknik-teknik dalam berenang ya Moms, bukan hanya sekedar menyelam atau bermain air 😉


2. Bermain Puzzle

Dalam bermain puzzle, disesuaikan dengan usia anak.  Anak dengan usia batita tentunya memrlukan puzzle dengan ukuran besar dan potongan yang sedikit misalnya hanya 2 atau 4 potongan.  Jika dirasa dengan 4 potongan anak sudah terlihat mahir, maka Moms bisa meningkatkan lagi kesulitannya, misalnya dengan 6 atau 8 potongan.  Begitu pula seterus nya bertambah dengan usia dan kemahiran anak.



3. Bermain Pola

Moms dapat membuat gambar urutan pola, kemudian meminta anak mengikuti pola tersebut.  Jika usia anak sudah 6 tahun dapat dicoba dengan menghilangkan beberapa gambar lalu meminta anak untuk mengisi gambar apa yang tepat sesuai dengan pola yang tersedia.  Bahan-bahannya mudah sekali didapatkan, dapat menggunakan kertas warna yang dibentuk bangun datar atau bola warna warni. 



4. Memori card

Dalam permainan ini, Moms dapat membuat gambar sendiri atau membeli yang sudah jadi atau mencari print table  melalui internet.  Klo saya saat itu mendapatkan dari salah satu majalah anak-anak, gambar nya adalah gambar sayur-sayuran dan buah-buahan.  Moms dapat memilih gambar yang sekiranya menarik bagi ananda.

Mulailah dengan yang lebih mudah, misalnya mulai dengan menggunakan 3 jenis gambar lalu mengacak susunan gambar, dan meminta anak untuk mencari dimanakah gambar yang sama satu sama lain.  Moms dapat juga mencoba agar anak menghafal susunan posisi dan bentuk gambar lalu Moms menutup semua gambar dan anak akan membuka salah satu kartu dan mencari dimanakah gambar yang serupa.  

Sumber dari Google


5. Mewarnai

Aktivitas ini pasti termasuk aktivitas favorit bagi Moms dan anak ya... Dan ternyata aktivitas mewarnai dapat melatih kosentrasi atau fokus pada anak.  Bermula dengan anak mewarnai suatu bangun datar yang sudah Moms buat, lalu latih anak untuk mewarnai dengan rapih tanpa keluar dari garis.  Bertambah usia anak, Moms bisa mengganti gambar dengan gambar yang anak sukai atau bahkan dengan ukuran yang agak kecil.

Moms bisa melihat seberapa besar kemajuan anak dalam mewarnai, mungkin yang awalnya ananda masih keluar garis berikutnya anak akan terlatih untuk lebih rapih.  Hal itu pula yang terjadi pada anak saya di rumah, saat ini ia sudah mulai dapat mewarnai tanpa keluar garis walau belum serapih sesuai dengan ekspetasi, akan tetapi hal tersebut sebuah kemajuan dan kami mencoba mengapreasisinya.


6. Permainan Dengan Banyak Intruksi

Sebenarnya secara tidak sadar aktivitas ini sering Moms lakukan di rumah.  Misalnya meminta anak mengambil barang dengan warna tertentu dan berada di suatu tempat tertentu.  

Moms dapat membuat permainan seru dengan misalnya meminta anak mengambil bola warna biru dengan jumlah 5 buah lalu masukkan ke dalam keranjang.  Terdengar sangat mudah ya, akan tetapi ternyata untuk anak-anak yang memiliki kosentrasi rendah maka permainan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik lho...  Jika usia anak sudah memasuki usia sekolah tentunya Moms dapat memberikan permainan yang lebih menarik dan menantang.


Banyak hal yang dapat mempengaruhi kosentrasi pada anak, jadi Moms tidak usah ragu ataupun malu untuk berkonsultasi kepada Dokter Tumbuh Kembang Anak jika dirasa ada perkembangan kosentrasinya yang berbeda.  Dan ternyata penting juga untuk Moms memantau perkembangan anak dengan mencatat perkembangannya dalam catatan khusus (Sayang nya inipun baru saya ketahui ketika anak-anak sudah usia 7 dan 10 tahun, namun tidak ada terlambat kan.. untuk memulai 😊).


Semoga aktivitas-aktivitas tersebut dapat bermanfaat ya Moms.  Selamat berpetualang bersama ananda tercinta 😍



Wassalam




3 Comments:

  1. Permainan memory card itu anakku sukaaa. Aku juga suka, buat ngelatih fokus memang. Anakku yg pertama sebenernya suka kedistract fokusnya. Makanya aku sering ngelatih dengan menghapal atau main yg butuh konsentrasi. Dulu sebelum pandemi dia les renang, tapi sejak pandemi stop memang. Ntr deh aku masukin lagi

    BalasHapus
  2. keren mba ... aktivitas bermafaat buat anak-anak ya
    salam kenal dan selalu semangat menulis

    BalasHapus
  3. makasih sharingnya, bermain sambil belajar

    BalasHapus

 

STORY OF ME Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template